fikiryazilari – Reli Bitcoin kembali terjadi meski tekanan ekonomi global masih berlangsung. Pasar kripto bergerak positif setelah sempat melemah pada awal bulan. Pasar kripto bergerak positif setelah sempat melemah pada awal bulan. Aktivitas investor besar menjadi sorotan karena dinilai memengaruhi arah harga.
Data CryptoQuant menunjukkan investor “dolphin” masih aktif membeli Bitcoin. Mereka adalah pemegang 100 hingga 1.000 BTC. Kelompok ini terus menambah kepemilikan setelah gelombang likuidasi besar. Peristiwa Black Friday sebelumnya menghapus sekitar USD 19 miliar dari pasar kripto. Namun, akumulasi tetap berlanjut meski volatilitas meningkat.
CryptoQuant menilai perilaku akumulasi ini memberi sinyal penting. Pembelian kelompok dolphin sering sejalan dengan reli Bitcoin. Aktivitas tahunan mereka masih kuat dengan 907 ribu BTC terserap selama setahun. Angka itu menunjukkan kepercayaan jangka panjang tetap terjaga. Namun, ada tanda pelemahan permintaan jangka pendek. Saldo 30 hari terakhir berada di bawah rata-rata historis.
“Akumulasi investor menengah memberi dukungan harga,” tulis analis CryptoQuant dalam laporannya. Mereka menilai investor besar bertindak berdasarkan pandangan pasar jangka panjang. Likuidasi jangka pendek tidak mengubah strategi mereka. Tekanan ekonomi global juga belum mematahkan optimisme mereka.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan ini bisa menjadi pemicu kenaikan berikutnya. Pasokan Bitcoin di bursa terus menurun. Minat institusional juga masih tumbuh pada aset kripto utama. Kombinasi faktor itu bisa mendukung reli lanjutan.
Namun, pasar tetap menghadapi tantangan. Kebijakan moneter global masih ketat dan risiko geopolitik meningkat. Investor perlu mencermati perubahan sentimen dalam jangka pendek. Meski begitu, tren akumulasi dolphin memberi harapan pada kenaikan harga lebih stabil di masa depan.
Baca Juga: “Gigi Manusia dalam Makanan Ditemukan Warga China“
Reli Bitcoin: Prospek Reli Baru Didukung Arus Masuk ETF dan Data Historis
Pasar kripto menunjukkan peluang reli baru jika arus modal dari produk investasi terus mengalir. Exchange-traded fund (ETF) masih menjadi pendorong utama minat investor global. Momentum positif ini hadir meski volatilitas tetap tinggi.
Quinn Thompson, CIO Lekker Capital, menilai kondisi Bitcoin dan Ethereum saat ini cukup langka. Ia menyebut situasi pasar lebih menjanjikan dibanding periode sebelum kemenangan Donald Trump pada 2024. Optimisme ini muncul karena likuiditas investor besar masih kuat. Sentimen institusional juga terlihat lebih stabil.
Data historis ikut memperkuat pandangan tersebut. Kepala Aset Digital Empiricus, Valter Rebelo, menjelaskan peluang reli yang signifikan dalam jangka pendek. Ia mencatat bahwa open interest meningkat pada 10 Oktober lalu. Ketika rasio open interest menyentuh 30–40%, terdapat peluang 75% untuk Bitcoin mencatat imbal hasil positif dalam tiga bulan berikutnya. Kenaikan rata-rata yang tercatat mencapai 25,9% dalam 90 hari. Parameter ini memberi sinyal pasar masih dalam fase akumulasi sehat.
Aksi investor besar juga tidak hanya berfokus pada Bitcoin. Laporan terbaru menyebut investor besar Ethereum membeli aset senilai USD 32 juta. Transaksi dilakukan ketika sebagian investor Bitcoin dan Solana mengambil untung. Pergerakan ini menandakan diversifikasi modal ke aset utama lain terus berlangsung. Ethereum tetap menjadi aset penting bagi investor jangka panjang.
Pelaku pasar kini menunggu data makro serta kebijakan bank sentral global. Jika arus dana ETF berlanjut, reli kripto dapat memperoleh dorongan baru. Namun, analisis risiko tetap diperlukan karena pasar masih sangat sensitif terhadap sentimen ekonomi. Konsistensi akumulasi investor besar bisa menjadi penentu arah harga ke depan.
Baca Juga: “Biaya Umrah 2025: Perbandingan Mandiri vs Travel Terbaru“






Leave a Reply