fikiryazilari– Prabowo Dipuji Cak Imin Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menilai pidato Presiden Prabowo Subianto di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi pencapaian penting bagi diplomasi Indonesia. Menurutnya, keberhasilan ini mengingatkan publik pada kiprah Presiden pertama Indonesia, Soekarno, yang pernah tampil berwibawa di forum dunia.
Muhaimin menegaskan, Prabowo mampu menyampaikan gagasan yang jelas dengan pemilihan kata yang tepat. Tema yang diangkat juga relevan dengan isu global, termasuk perdamaian dan komitmen terhadap keadilan internasional. Hal ini, katanya, menunjukkan kepedulian sekaligus kapasitas kepemimpinan yang layak mendapat apresiasi.
“Saya kira presiden yang berhasil pidato dengan baik setelah Bung Karno, hanya Pak Prabowo. Diplomasi, pilihan katanya, isu dan temanya, semuanya terukur,” ujar Muhaimin di Kantor DPP PKB, Jakarta, Rabu (24/9).
Pernyataan ini muncul di tengah sorotan publik terhadap peran Indonesia di panggung internasional. Sebelumnya, pidato Soekarno di PBB tahun 1960 berjudul To Build the World Anew tercatat sebagai salah satu pidato paling berpengaruh dalam sejarah diplomasi dunia. Kini, Prabowo disebut berhasil menghadirkan nuansa serupa meski dalam konteks global yang berbeda.
Keberhasilan ini dapat memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan internasional. Jika konsistensi diplomasi terjaga, Indonesia berpotensi lebih didengar dalam isu-isu penting dunia, seperti perdamaian, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan.
“Baca Juga: Kadis PUPR Sumut Baru Tempati Rumah Mewah Selama 6 Bulan“
Prabowo Dipuji Cak Imin Setara Bung Karno di Forum PBB
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menilai Prabowo Subianto tampil sebagai presiden yang mampu menyampaikan pidato setara dengan Bung Karno di forum tertinggi dunia, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurutnya, belum ada pemimpin setelah Soekarno yang menunjukkan kualitas serupa hingga akhirnya ditunjukkan oleh Prabowo.
Muhaimin menekankan bahwa pidato Prabowo memiliki pesan yang jelas, terukur, serta efektif. Ia menilai isi pidato itu sangat relevan dengan tantangan global. Selain itu, komitmen yang ditunjukkan juga tinggi, bahkan sebagian inspirasinya disebut datang dari tokoh dunia Nelson Mandela.
“Belum ada presiden sehebat Bung Karno dan Pak Prabowo di forum PBB. Isinya jelas, pesannya efektif, dan bisa dilaksanakan,” ujar Muhaimin di Jakarta, Rabu (24/9). Ia menambahkan, Prabowo menegaskan pentingnya rekonsiliasi, negosiasi, serta dialog sebagai solusi konflik, termasuk untuk isu Palestina.
Muhaimin juga menyinggung sikap Prabowo yang mengajaknya bergabung ke Kabinet Merah Putih meskipun sempat menjadi lawan politik di Pilpres. Ia menilai langkah itu menunjukkan kemampuan rekonsiliasi nasional yang patut dicontoh di dunia internasional.
Lebih jauh, ia menyoroti gagasan Prabowo tentang solusi konflik Palestina-Israel. Menurutnya, tawaran Prabowo agar Indonesia hanya mengakui Israel setelah Palestina diakui merupakan langkah diplomasi luar biasa.
Pidato ini dinilai membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi diplomatiknya. Jika gagasan tersebut konsisten diperjuangkan, Indonesia berpotensi memainkan peran strategis dalam mendorong perdamaian global.
“Baca Juga: KAI Dialihkan ke Jatinegara saat Hari Bhayangkara“






Leave a Reply