fikiryazilari.net – Marc Marquez tampil dominan dan menjadi yang tercepat pada sesi latihan MotoGP Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of The Americas (COTA), Texas, Sabtu dini hari WIB. Ia mencatatkan waktu terbaik 2 menit 00,927 detik yang sulit disaingi para rivalnya.
Sejak awal sesi, lintasan sudah diwarnai sejumlah insiden yang menambah ketegangan. Jorge Martin dari Aprilia Racing lebih dulu mengalami kecelakaan setelah kehilangan kendali di tikungan 12. Tidak lama kemudian, Fabio Di Giannantonio dari VR46 Racing Team juga terjatuh di tikungan 11. Insiden serupa menimpa Enea Bastianini yang tergelincir di tikungan 12.
Franco Morbidelli menambah daftar pembalap yang kesulitan menaklukkan sirkuit COTA ketika ia terjatuh di tikungan pertama. Sesi latihan ini menunjukkan bagaimana COTA menjadi sirkuit yang menantang sekaligus menguji konsentrasi pembalap.
Memasuki pertengahan sesi, bendera kuning kembali dikibarkan setelah Ai Ogura dan Pedro Acosta mengalami kecelakaan di tikungan 18. Banyaknya insiden membuat tim dan pembalap harus berhati-hati, sekaligus menekankan pentingnya adaptasi terhadap kondisi lintasan yang terus berubah.
Meski banyak terjadi kecelakaan, persaingan di papan atas tetap berlangsung ketat. Francesco Bagnaia sempat memimpin sesi, sebelum Marco Bezzecchi mengambil alih posisi terdepan. Namun, Marquez menunjukkan ketangguhannya dengan kembali menempati posisi pertama berkat lap tercepatnya.
Baca juga: “Inggris Gagal Menang, Ditahan Uruguay 1-1”
Drama semakin terasa di menit akhir sesi. Di Giannantonio sempat mencatatkan waktu tercepat dan menggeser Marquez dari posisi teratas. Tetapi, pembalap Repsol Honda itu merespons dengan lap cepat yang membuatnya kembali berada di puncak klasemen latihan.
Hingga sesi berakhir, Marc Marquez tidak tergoyahkan di posisi pertama. Ai Ogura menempati posisi kedua, sementara Di Giannantonio berada di posisi ketiga, menggeser Marco Bezzecchi ke urutan keempat. Persaingan papan atas menunjukkan bahwa sesi latihan MotoGP GP Amerika Serikat di COTA berjalan sangat kompetitif.
Sesi latihan ini juga menjadi momentum penting bagi pembalap untuk memahami karakter lintasan COTA. Tikungan-tikungan teknis dan perubahan elevasi menuntut kemampuan mengelola kecepatan serta keseimbangan motor, seperti terlihat pada banyaknya crash di berbagai tikungan.
Bagi Marquez, dominasi ini menegaskan kesiapan fisik dan mentalnya menghadapi GP Amerika Serikat, sekaligus memberikan sinyal kuat kepada rival tentang potensi kecepatan Honda. Kemenangan atau performa kuat di sesi latihan sering menjadi indikator adaptasi awal pembalap terhadap kondisi lintasan dan setup motor.
Dengan hasil ini, tim Repsol Honda bisa mengumpulkan data penting untuk strategi balapan akhir pekan. Fokus utama tetap pada pengaturan suspensi, pemilihan ban, dan manajemen tenaga untuk menghadapi kondisi lintasan yang berubah-ubah.
Secara keseluruhan, sesi latihan MotoGP di COTA menampilkan kombinasi kecepatan tinggi dan risiko kecelakaan. Dominasi Marc Marquez di tengah banyaknya insiden menunjukkan pengalaman dan kemampuan adaptasinya tetap menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam kejuaraan MotoGP 2026.
Penampilan Marquez juga menjadi bahan evaluasi penting bagi rival seperti Di Giannantonio, Bezzecchi, Bagnaia, dan Ai Ogura. Mereka harus menemukan konsistensi untuk bersaing di posisi depan selama akhir pekan GP Amerika Serikat.
Hasil latihan ini menjadi indikasi awal persaingan ketat di GP Amerika Serikat. Pembalap dan tim akan menggunakan data dari sesi latihan untuk memaksimalkan performa di kualifikasi dan balapan, sekaligus menyiapkan strategi menghadapi tikungan teknis dan trek cepat di COTA.
Baca juga: “Marc Marquez cuma dihukum 1 kali long lap, bukan 2, coba Anda lihat”






Leave a Reply