fikiryazilari.net – Pengadilan Kriminal Pusat Old Bailey, London, menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara kepada rapper Inggris Justin Jude Clarke-Samuel, alias Ghetts, pada Selasa waktu setempat. Vonis ini terkait kasus tabrak lari yang menewaskan mahasiswa asal Nepal, Yubin Tamang, tahun lalu. Ghetts, 41 tahun, terbukti mengemudi di bawah pengaruh alkohol dan melakukan pelanggaran lalu lintas serius.
Ibu korban, Sharmila Tamang, menyatakan duka mendalam di persidangan melalui penerjemah. “Anak saya datang ke tempat ini untuk belajar, tetapi karena kesalahan orang lain, dia terbunuh di usia yang sangat muda,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan dampak tragis dari kelalaian pengemudi.
Kronologi Kejadian Tabrak Lari
Persidangan mengungkap Ghetts mengendarai mobil BMW M5 dengan cara berbahaya. Ia menembus lampu merah, melintas di jalur yang salah, dan menabrak korban dengan kecepatan sekitar 112,7 km per jam. Akibatnya, Yubin Tamang mengalami luka fatal.
Setelah kecelakaan, Ghetts tidak berhenti untuk memberikan pertolongan. Ia melanjutkan perjalanan sekitar 12 kilometer hingga tiba di rumahnya. Tindakan ini menjadi faktor penting dalam penentuan hukuman hakim.
Kuasa hukum Ghetts, Benjamin Aina, menyatakan kliennya merasa sedang diikuti orang asing akibat trauma perampokan bersenjata di masa lalu. Meskipun demikian, hakim menegaskan tindakan Ghetts sangat berbahaya dan disengaja sehingga hukuman berat diperlukan.
Permintaan Maaf dan Rasa Penyesalan Ghetts
Ghetts menulis surat permintaan maaf kepada keluarga korban. Ia menyampaikan rasa bersalah dan malu atas perbuatannya. Surat ini menjadi bagian dari proses hukum dan pertimbangan hakim, meski tidak mengurangi beratnya vonis.
Hakim menekankan bahwa perilaku mengemudi di atas batas kecepatan dan meninggalkan lokasi kecelakaan adalah pelanggaran serius. Vonis 12 tahun penjara mencerminkan upaya hukum Inggris dalam menangani kasus tabrak lari dengan korban meninggal.
Karier Musik Ghetts dan Reputasi Publik
Di luar kasus hukum, Ghetts dikenal sebagai musisi sukses di Inggris. Ia pernah masuk nominasi Mercury Prize 2024 melalui album On Purpose, with Purpose dan meraih penghargaan Best Male Act di MOBO Awards 2021. Selain itu, ia sempat berkolaborasi dengan penyanyi Ed Sheeran, menunjukkan pengaruhnya di industri musik internasional.
Kejadian ini menyoroti konflik antara reputasi publik selebriti dan tanggung jawab hukum pribadi. Meskipun Ghetts berprestasi di musik, tindakan di luar panggung menimbulkan konsekuensi serius.
Kasus Ghetts menegaskan pentingnya pengawasan hukum terhadap pengemudi yang mengemudi dalam kondisi mabuk dan pelanggaran lalu lintas. Kejadian tabrak lari dengan korban meninggal bukan hanya kriminal, tetapi juga tragedi sosial yang berdampak luas.
Pihak berwenang di Inggris menekankan perlunya edukasi keselamatan berkendara dan penegakan hukum yang tegas, termasuk bagi tokoh publik. Hal ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar memprioritaskan keselamatan di jalan.
Dengan vonis ini, Ghetts akan menjalani masa tahanan minimal 12 tahun, sementara keluarga korban mendapat pengakuan atas keadilan melalui putusan pengadilan. Kasus ini juga menjadi peringatan penting bagi komunitas musik internasional tentang tanggung jawab pribadi dan dampak tindakan di luar panggung.






Leave a Reply