fikiryazilari – Piyama Nyaman Terbaru Bantu Tidur Lebih Cepat, Pernahkah Anda menyadari bahwa piyama yang dikenakan setiap malam bisa memengaruhi kualitas tidur? Kini, pakaian tidur bukan lagi sekadar busana santai. Ia telah menjadi bagian penting dari rutinitas self-care yang membantu menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran.
Menurut pakar tidur, bahan dan kenyamanan piyama sangat berpengaruh pada cara tubuh menyesuaikan suhu saat tidur. Proses pendinginan alami ini memberi sinyal kepada otak bahwa waktu istirahat telah tiba. Namun, jika bahan piyama terlalu tebal atau tidak menyerap keringat, pendinginan alami bisa terganggu. Akibatnya, tidur menjadi lebih ringan dan tubuh sulit pulih sepenuhnya.
“Pakaian tidur memang bukan faktor utama kualitas tidur, tetapi berperan melalui pengaturan suhu, kenyamanan, dan rutinitas sebelum tidur,” ujar Julian Lim, psikolog tidur di Somnus Sleep Wellness, dikutip dari CNA Lifestyle pada 10 Oktober 2025.
Selain itu, data dari National Sleep Foundation menunjukkan suhu tubuh ideal saat tidur berkisar antara 18 hingga 22°C. Kondisi ini dapat meningkatkan efisiensi tidur hingga 20%. Oleh sebab itu, pilihlah piyama berbahan katun, bambu, atau linen yang mudah menyerap keringat.
Tidak hanya kenyamanan fisik, piyama juga berfungsi membentuk rutinitas psikologis sebelum tidur. Karena itu, penggunaan pakaian tidur yang tepat membantu tubuh dan pikiran lebih mudah mencapai fase tidur dalam dan nyenyak. Ke depan, tren sleepwear wellness diperkirakan semakin berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan tidur.
Baca Juga: “Kapal Induk Fujian China: Teknologi dan Kemampuan Terbaru“
Piyama Nyaman Dukung Ketenangan Psikologis dan Rutinitas Tidur yang Lebih Baik
Selain faktor fisik, aspek psikologis juga berperan penting dalam menentukan kualitas tidur seseorang. Piyama yang nyaman dan sedap dipandang dapat menumbuhkan perasaan positif terhadap waktu tidur. Dengan kata lain, memilih pakaian tidur bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga investasi psikologis untuk menciptakan suasana hati yang tenang sebelum beristirahat.
Menurut Julian Lim, psikolog tidur dari Somnus Sleep Wellness, tindakan memilih dan mengenakan piyama yang nyaman memberi pesan bahwa tidur adalah hal berharga. “Jika Anda merasa nyaman dengan apa yang dikenakan, itu dapat menumbuhkan pola pikir positif terhadap istirahat. Perubahan psikologis ini membantu tubuh lebih siap menyambut waktu tidur dengan niat, bukan penolakan,” ujarnya, dikutip dari CNA Lifestyle pada 10 Oktober 2025.
Mengenakan piyama yang bersih dan sesuai selera membantu otak memisahkan aktivitas harian dari waktu istirahat. Hal ini menciptakan batas psikologis yang mendorong transisi dari stres menuju relaksasi. Setelah pandemi COVID-19, tren homewear semakin berkembang karena fungsinya yang fleksibel—nyaman untuk bersantai, tetapi tetap pantas untuk kegiatan daring.
Para ahli menekankan pentingnya memilih piyama dengan bahan alami seperti katun, linen, atau kain berteknologi penyerap kelembapan. Bahan-bahan ini menjaga tubuh tetap sejuk dan kering, terutama di iklim tropis seperti Indonesia. Hindari piyama ketat yang menghambat sirkulasi darah atau mengganggu gerak tubuh saat tidur.
Kebersihan juga menjadi faktor penting. Di wilayah lembap seperti Asia Tenggara, piyama sebaiknya dicuci setelah satu hingga dua kali pemakaian. Lim menambahkan, “Jika Anda mudah berkeringat atau melewatkan mandi malam, idealnya piyama dicuci setiap hari.” Dengan demikian, kenyamanan fisik dan kebersihan terjaga, mendukung tidur yang lebih nyenyak dan sehat.
Baca Juga: “Menara Saidah Kini Dibuka Lagi: Jejak Sejarah dan Misterinya“






Leave a Reply