fikiryazilari – Sinar ultraviolet (UV) adalah energi alami dari matahari yang hadir dalam gelombang dan partikel berbeda. Radiasi ini dibagi menjadi tiga jenis: UVA, UVB, dan UVC, namun hanya UVA dan UVB yang sampai ke permukaan bumi. Paparan sinar UV membantu tubuh membentuk vitamin D, tetapi terlalu banyak dapat merusak kulit dan meningkatkan risiko kanker.
Dokter spesialis dermatologi dan venereologi estetika, Irwan Saputra Batubara, menjelaskan, “Paparan UVA berlebihan mendorong penuaan kulit, sedangkan UVB dapat menyebabkan sunburn. Risiko kanker kulit meningkat jika paparan terus-menerus.” Irwan praktik di RS Pondok Indah Bintaro Jaya, Tangerang Selatan.
Menurut Irwan, paparan sinar UV paling berbahaya terjadi antara pukul 10 pagi hingga 4 sore. Pada jam-jam ini, intensitas radiasi UV mencapai puncaknya, meningkatkan kemungkinan kulit terbakar dan kerusakan jangka panjang. Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan, paparan UV yang tidak terlindungi menyumbang lebih dari 60% kasus kanker kulit global setiap tahunnya.
Untuk melindungi diri, gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30, kenakan topi dan pakaian lengan panjang, serta batasi aktivitas di luar saat UV tinggi. Menyadari jam berbahaya ini membantu mengurangi risiko efek jangka panjang, termasuk penuaan dini dan kanker kulit.
Memahami pola paparan sinar UV tidak hanya penting untuk kesehatan kulit, tetapi juga untuk menjaga kualitas hidup jangka panjang. Perlindungan rutin dan kesadaran akan waktu paparan menjadi kunci pencegahan yang efektif.
Baca Juga: “Setahun Prabowo-Gibran: Angka Kemiskinan Turun Tajam“
Cara Efektif Melindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Dokter Irwan Saputra Batubara menyarankan untuk menghindari aktivitas di luar ruangan antara pukul 10 hingga 16. Pada jam ini, intensitas sinar UV paling tinggi, meningkatkan risiko kulit terbakar dan kerusakan jangka panjang.
Namun, jika harus berada di luar ruangan, beberapa langkah perlindungan tetap dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan kulit. Irwan menekankan pentingnya penggunaan tabir surya (sunscreen) setiap hari dengan kandungan minimal SPF 30. Tabir surya perlu diaplikasikan ulang setiap dua jam, atau setelah berkeringat maupun berenang, untuk efektivitas maksimal.
Selain itu, mengenakan pakaian berlengan panjang, celana panjang, topi bertepi lebar, dan kacamata hitam membantu meminimalkan paparan langsung sinar UV. Mengonsumsi buah, sayuran, biji-bijian utuh, dan protein rendah lemak juga memperkuat skin barrier dan meningkatkan daya tahan kulit terhadap kerusakan radiasi.
Irwan menambahkan, “Paparan sinar UV tetap mungkin terjadi di dalam rumah, terutama dekat jendela. Blue light dari gadget juga bisa menimbulkan efek serupa.” Hal ini menunjukkan bahwa perlindungan kulit tidak hanya dibutuhkan di luar rumah, tetapi juga saat beraktivitas di dalam ruangan.
Data dari American Academy of Dermatology (AAD) menyebutkan, penggunaan tabir surya secara rutin dapat menurunkan risiko kanker kulit hingga 50% dan memperlambat penuaan kulit akibat paparan matahari.
Dengan menerapkan langkah-langkah perlindungan ini secara konsisten, risiko efek negatif sinar UV bisa diminimalkan. Kesadaran dan kebiasaan melindungi kulit dari paparan harian akan membantu menjaga kesehatan jangka panjang.
Baca Juga : “DPR Setuju MK Bentuk Lembaga Pengawas ASN!”






Leave a Reply