fikiryazilari.net – Dokter spesialis neurologi dari FKUI RSCM, Astri Budikayanti, mengingatkan bahwa kurang tidur tidak hanya menimbulkan kelelahan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko obesitas.
Dalam diskusi kesehatan daring yang dipantau di Jakarta pada Senin, Astri menjelaskan bahwa tidur yang tidak cukup memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar. Akibatnya, seseorang cenderung ingin makan lebih sering.
“Ketika kita kurang tidur, tubuh membutuhkan energi lebih. Hormon yang memicu rasa lapar meningkat, sehingga kita jadi ingin makan terus,” kata Astri. Kondisi ini, jika berlangsung lama, dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
Durasi dan Kualitas Tidur yang Ideal
Astri menekankan pentingnya menjaga pola tidur yang cukup. Orang dewasa umumnya membutuhkan minimal enam jam tidur per malam, sementara durasi ideal berkisar antara tujuh hingga delapan jam.
Ia juga menekankan bahwa kualitas tidur sangat dipengaruhi oleh fase tidur yang terjadi sepanjang malam. Pada paruh pertama malam, tubuh memasuki fase tidur dalam, yang berperan memulihkan otak setelah aktivitas seharian.
Pada paruh kedua malam, tubuh lebih banyak memasuki fase Rapid Eye Movement (REM). Fase ini penting untuk pemulihan memori dan fungsi kognitif, termasuk kemampuan belajar dan mengingat informasi.
“Kalau fase tidur ini terganggu, seseorang bisa bangun dalam keadaan tidak segar atau bahkan merasa seperti belum tidur,” tambah Astri. Gangguan kualitas tidur juga dapat memengaruhi kemampuan berpikir dan mengingat.
Dampak Jangka Panjang Kurang Tidur
Kurang tidur yang kronis tidak hanya memicu kenaikan nafsu makan, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit metabolik seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan gangguan kardiovaskular.
Selain itu, pola tidur yang buruk dapat menurunkan produktivitas, memengaruhi suasana hati, dan meningkatkan stres. Oleh karena itu, tidur yang cukup menjadi salah satu komponen penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental.
Tips Menjaga Pola Tidur Sehat
Astri menyarankan masyarakat untuk menjaga pola tidur yang konsisten. Hindari kebiasaan yang mengganggu kualitas tidur, seperti begadang atau penggunaan perangkat elektronik berlebihan sebelum tidur.
Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:
- Tetapkan waktu tidur dan bangun yang konsisten setiap hari.
- Ciptakan lingkungan tidur nyaman, gelap, dan sejuk.
- Batasi konsumsi kafein atau makanan berat menjelang tidur.
- Lakukan relaksasi sebelum tidur, misalnya membaca buku atau meditasi ringan.
Dengan menjaga durasi dan kualitas tidur, tubuh dapat berfungsi optimal, hormon tetap seimbang, dan risiko obesitas serta gangguan metabolik dapat ditekan.
Kurang tidur ternyata berdampak lebih luas daripada sekadar rasa lelah. Gangguan tidur memicu kenaikan nafsu makan, memengaruhi hormon, dan meningkatkan risiko obesitas jika berlangsung jangka panjang.
Dokter Astri Budikayanti menekankan pentingnya tidur cukup dan berkualitas bagi kesehatan tubuh dan fungsi otak. Mengatur pola tidur secara konsisten serta menghindari faktor yang mengganggu tidur menjadi kunci mencegah obesitas dan menjaga kesehatan secara menyeluruh.






Leave a Reply