fikiryazilari – Sekotak cokelat menjadi motivasi utama Kate Takacs melakukan perjalanan cepat kembali ke kota kelahirannya di Cluj. Ia terbang dari London hanya untuk membeli sekotak cokelat Ferrero Rocher Pocket Coffee yang tidak dijual di Inggris. Perjalanan itu juga memberinya kesempatan menikmati momen nostalgia di kota yang lama ia tinggalkan.
Perjalanan itu dimulai setelah ia selesai bekerja sekitar pukul 22.00 waktu London. Ia langsung menuju bandara dan mendarat di Rumania pada pukul 03.15 waktu setempat. Setibanya di sana, ia segera menuju toko yang menjual produk tersebut. Pengorbanan itu dilakukan tanpa ragu karena kecintaannya pada camilan manis dengan cita rasa kopi yang kuat. Ferrero Rocher Pocket Coffee memang dikenal sulit ditemukan di beberapa negara Eropa.
Dalam wawancaranya dengan New York Post, Takacs mengaku kecanduan rasa cokelat tersebut. Ia menyebut pengalaman itu menyenangkan dan tidak terbebani oleh jarak. “Saya akan melakukannya lagi jika persediaan saya habis,” ujarnya dalam laporan 19 November 2025. Ia mengatakan perjalanan tersebut menjadi bagian dari rutinitas uniknya sebagai pecinta cokelat.
Fenomena ini bukan kasus tunggal. Data dari European Confectionery Association menunjukkan bahwa produk edisi khusus sering membuat konsumen rela bepergian jauh. Para penggemar mencari pengalaman rasa unik yang tidak ada di negara mereka.
Takacs berencana kembali ke Rumania jika produk itu tetap tidak dipasarkan di Inggris. Perjalanannya menggambarkan tren baru konsumen yang mengejar pengalaman kuliner lintas negara.
Baca Juga : “KBRI Klarifikasi Kasus Warga Jabar yang Disiksa di Kamboja“
Sekotak Cokelat: : Perjalanan Sehari ke Kota Kelahiran Demi Cokelat Langka dan Pengalaman Nostalgia
Kate Takacs kembali ke kota kelahirannya di Cluj, Rumania, demi mendapatkan cokelat langka yang tidak dijual di Inggris. Ia memanfaatkan perjalanan itu untuk membeli Ferrero Rocher Pocket Coffee sambil menikmati waktu santai di kota yang penuh kenangan. Kunjungan singkat tersebut juga menjadi kesempatan baginya untuk berbelanja, bertamasya, dan mengoleksi magnet kulkas sebagai suvenir pribadi.
Setelah berhasil mendapatkan cokelat favoritnya, Takacs kembali ke London pada hari yang sama. Ia berangkat dari Cluj pukul 22.00 dan tiba di Inggris pukul 23.00. Ia kemudian tidur sekitar pukul 01.30 setelah menjalani perjalanan padat selama satu hari penuh. Total biaya perjalanan hanya sekitar 150 dolar AS atau setara Rp2,4 juta, termasuk tiket pulang-pergi dan pengeluaran lain.
Teman-temannya merasa heran dengan tekadnya menempuh jarak ribuan kilometer hanya untuk cokelat. Mereka menyebut aksinya gila dan tidak masuk akal. “Orang-orang agak terkejut ketika saya memberi tahu mereka jika saya akan melakukan perjalanan sehari untuk membeli permen,” ujarnya kepada Jam Press. Meski demikian, ia menegaskan alasan utamanya adalah ketidaktersediaan produk tersebut di Inggris.
Fenomena perjalanan kuliner seperti ini semakin sering terjadi di Eropa. Data Travel Insight mencatat peningkatan wisata singkat untuk tujuan produk tertentu. Banyak konsumen rela bepergian demi mendapatkan barang favorit edisi terbatas.
Takacs tidak menutup kemungkinan akan kembali ke Cluj jika stok cokelatnya habis. Perjalanan itu menjadi perpaduan antara nostalgia, hobi kuliner, dan pengalaman unik yang mungkin terus ia ulangi di masa depan.
Baca Juga : “Penipuan Berbasis OTP Meningkat, Kerugian Tembus Rp2,5T“






Leave a Reply