fikiryazilari.net – Gubernur Pramono Anung Wibowo menyatakan dukungannya terhadap rencana Presiden Prabowo Subianto membangun hunian layak bagi warga yang tinggal di sepanjang rel kereta api kawasan Senen. Pernyataan ini disampaikan di Halte Tosari, Jakarta Pusat, Jumat, menegaskan koordinasi erat antara pemerintah pusat dan Pemprov DKI.
“Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan ‘support’ sepenuhnya atas langkah pemerintah pusat dalam penanganan perumahan di sepanjang rel kereta api,” ujar Pramono. Ia menambahkan, keberadaan warga di fasilitas umum, termasuk pinggir rel maupun lokasi pemakaman umum, merupakan persoalan lama di ibu kota yang perlahan mulai ditangani.
Salah satu langkah nyata Pemprov DKI adalah penataan kawasan TPU Kebon Nanas. Sejak Januari 2026, warga yang sebelumnya tinggal di area itu telah dipindahkan ke rusunawa milik pemerintah provinsi. “Enam bulan pertama mereka gratis, namun setelah itu tetap akan diminta membayar atau menyewa sepenuhnya,” jelas Pramono. Langkah ini dinilai berdampak positif bagi penataan kawasan sekaligus penerimaan warga terhadap hunian yang lebih layak.
Pramono menegaskan, Pemprov DKI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menyelesaikan persoalan permukiman di lokasi-lokasi yang tidak semestinya. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya menyelesaikan masalah urbanisasi dan keterbatasan lahan di Jakarta secara bertahap.
Baca juga: “Bandara Soekarno-Hatta Raih Peringkat 22 Dunia, Prestasi Baru”
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung permukiman di bantaran rel Senen. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyusuri kawasan sekitar tiga kilometer dari pusat kota. Dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Prabowo menegaskan tekadnya: “Mendengar aspirasi masyarakat di sana, Insyaallah kita akan segera bangun hunian yang layak untuk masyarakat di daerah tersebut dengan cepat.”
Rencana hunian layak ini tidak hanya fokus pada pemindahan warga, tetapi juga pada kualitas fasilitas, keamanan, dan aksesibilitas. Hunian ini akan dilengkapi sarana dasar yang sesuai standar, termasuk listrik, air bersih, sanitasi, dan ruang publik yang mendukung kesejahteraan masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan nasional untuk menata permukiman di bantaran rel kereta api di berbagai kota besar. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mendorong program rusunawa dan rumah susun dengan harga terjangkau, terutama bagi warga yang tinggal di lahan publik atau rawan risiko bencana.
Kebijakan seperti ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi permukiman kumuh, meningkatkan kualitas hidup warga, dan menata ruang kota secara lebih efektif. Dukungan Pramono menunjukkan bahwa pemerintah daerah dan pusat dapat bersinergi menghadapi persoalan perkotaan yang kompleks.
Dengan dukungan Pemprov DKI, Presiden Prabowo menekankan pentingnya penyediaan hunian yang layak bagi seluruh warga Indonesia, bukan sekadar relokasi sementara. Rencana ini diharapkan memberikan solusi jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus mempercantik penataan kawasan di ibu kota.
Secara keseluruhan, langkah ini menjadi contoh kerja sama efektif antara pemerintah pusat dan daerah. Penataan bantaran rel Senen diharapkan menjadi model bagi kota-kota lain, menggabungkan pemenuhan kebutuhan sosial, keamanan, dan pembangunan berkelanjutan bagi warga Jakarta.
Baca juga: “Pemerintah Segera Bangun Rusun untuk MBR di Bantaran Rel Kereta Kawasan Pasar Senen”






Leave a Reply