fikiryazilari.net – PT PLN Indonesia Power menyiagakan 4.882 personel untuk mengamankan pasokan listrik nasional.
Kesiapsiagaan ini dilakukan menjelang perayaan Tahun Baru 2026 di seluruh Indonesia.
Langkah tersebut bertujuan memastikan sistem pembangkitan tetap andal selama libur panjang.
Sekretaris Perusahaan PLN Indonesia Power, Agung Siswanto, menyampaikan hal tersebut di Jakarta, Rabu.
Ia menegaskan kesiapan ini merupakan bagian dari komitmen pelayanan publik perusahaan.
PLN Indonesia Power ingin masyarakat merayakan akhir tahun dengan nyaman dan aman.
Kesiapsiagaan dilakukan serentak di seluruh wilayah kerja PLN Indonesia Power.
Pengamanan mencakup aspek teknis, operasional, hingga keselamatan personel.
Baca juga: “KPK Santai Hadapi Akhir Pencekalan Yaqut dan Bos Maktour”
Komposisi Personel Siaga PLN Indonesia Power
Agung menjelaskan personel siaga berasal dari berbagai fungsi strategis.
Sebanyak 1.623 personel bertugas di bidang operasi pembangkit.
Sebanyak 675 personel dikerahkan untuk kegiatan pemeliharaan.
Sementara itu, 2.584 personel berasal dari unsur pengamanan korporat.
Pembagian ini dirancang untuk menjaga respons cepat terhadap gangguan.
Setiap personel memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas.
Koordinasi lintas unit dilakukan selama periode siaga berlangsung.
“Seluruh personel kami siagakan penuh selama masa perayaan,” ujar Agung.
Peralatan Darurat dan Posko Siaga Disiapkan
Untuk mendukung kesiapsiagaan lapangan, PLN Indonesia Power menyiapkan berbagai peralatan darurat.
Sebanyak 33 unit mobil pemadam kebakaran disiagakan di lokasi strategis.
Selain itu, 25 unit ambulans siap mendukung penanganan kondisi darurat.
Perusahaan juga menyiapkan peralatan pendukung dan material cadang gangguan.
Material tersebut disesuaikan dengan potensi risiko di masing-masing wilayah.
Sebanyak 76 Posko Siaga Keandalan Pembangkit turut dioperasikan.
Posko ini tersebar di seluruh wilayah kerja PLN Indonesia Power.
Posko berfungsi sebagai pusat koordinasi dan pengambilan keputusan cepat.
Daya Mampu Pembangkit Capai 20.900 MW
Dari sisi teknis, PLN Indonesia Power menyiapkan kapasitas pembangkitan yang memadai.
Daya mampu neto yang disiapkan mencapai 20.900 megawatt.
Sementara itu, daya mampu pasok tercatat sebesar 19.228 megawatt.
Tingkat keandalan pembangkit atau availability factor rata-rata mencapai 92 persen.
Angka ini menunjukkan kondisi pembangkit dalam status siap operasi tinggi.
Sebanyak 443 unit mesin pembangkit disiagakan secara nasional.
Unit tersebut tersebar di 43 unit bisnis PLN Indonesia Power.
“Seluruh unit kami pastikan beroperasi stabil dan andal,” kata Agung.
Kesiapan Energi Primer dalam Kondisi Aman
Selain kesiapan mesin, PLN Indonesia Power memastikan pasokan energi primer aman.
Stok batu bara rata-rata mencapai 23 hari operasi pembangkit.
Pasokan LNG tercatat sekitar 12 hari operasi pembangkit.
Sementara stok BBM berada pada level 20 hari operasi pembangkit.
Kondisi ini dinilai cukup untuk mendukung operasional selama libur panjang.
PLN Indonesia Power terus memantau rantai pasok energi primer.
Koordinasi dengan pemasok dilakukan secara intensif.
Agung menyebut langkah ini penting untuk mencegah gangguan pasokan.
Komitmen Listrik Andal Selama Natal dan Tahun Baru
Agung menegaskan kesiapsiagaan ini mencerminkan komitmen perusahaan.
PLN Indonesia Power ingin menghadirkan listrik yang andal dan berkelanjutan.
Keandalan listrik menjadi faktor penting dalam aktivitas masyarakat akhir tahun.
“Kami ingin masyarakat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan nyaman,” ujarnya.
Perusahaan juga menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.
Langkah ini sejalan dengan agenda PLN dalam menjaga kepercayaan publik.
Keandalan listrik dinilai sebagai tulang punggung aktivitas sosial dan ekonomi.
Apel Siaga Kelistrikan Perkuat Koordinasi Nasional
Sebelumnya, PLN Indonesia Power menyatakan kesiapan penuh melalui Apel Siaga Kelistrikan.
Apel tersebut dipimpin Direktur Utama PT PLN Persero, Darmawan Prasodjo.
Kegiatan ini menjadi simbol kesiapan seluruh insan PLN.
Apel juga memperkuat koordinasi antarunit dan anak perusahaan.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran direksi PLN Indonesia Power.
Hadir Direktur Operasi Pembangkit Gas, Purnomo.
Hadir pula Direktur Operasi Pembangkit Batubara, M Hanafi Nur Rifai.
Personel siaga dari berbagai daerah mengikuti apel tersebut.
Mereka berasal dari pusat hingga unit kerja di daerah.
Peran REOC dalam Pengawasan Sistem
PLN Indonesia Power mengandalkan Reliability, Efficiency, Optimization Center.
REOC berfungsi sebagai pusat pemantauan sistem pembangkitan nasional.
Pengawasan dilakukan secara real time selama periode siaga.
Data operasional dianalisis untuk mendeteksi potensi gangguan.
Tim REOC berkoordinasi dengan unit lapangan secara berkelanjutan.
Pendekatan ini memungkinkan penanganan gangguan lebih cepat.
PLN Indonesia Power menilai sistem ini krusial bagi keandalan nasional.
Menjaga Kepercayaan Publik di Momen Penting
Kesiapsiagaan PLN Indonesia Power menjadi bagian dari tanggung jawab nasional.
Perusahaan menyadari pentingnya pasokan listrik pada momen perayaan.
Dengan ribuan personel, peralatan lengkap, dan stok energi aman, risiko gangguan ditekan.
PLN Indonesia Power berharap perayaan Tahun Baru 2026 berjalan lancar.
Ke depan, perusahaan berkomitmen terus meningkatkan keandalan pembangkit.
Langkah ini diharapkan memperkuat ketahanan sistem kelistrikan nasional.
Baca juga: “PLN UID S2JB Ingatkan Masyarakat Waspada Penipuan Berkedok Hadiah Tahun Baru”






Leave a Reply