fikiryazilari.net – Forum Warga Kota (Fakta) Indonesia menggelar aksi damai di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis, untuk menekan pemerintah segera menerapkan cukai Minuman Bermanis Dalam Kemasan (MBDK). Aksi ini menjadi kelanjutan dari tuntutan sebelumnya, karena realisasi penerapan cukai MBDK terus mengalami penundaan.
Ketua Fakta Indonesia, Ari Subagyo Wibowo, menegaskan, “Kalau alasannya menunggu ekonomi tumbuh enam persen, itu terlalu lama. Korban dari MBDK sudah banyak.” Pernyataan ini menyoroti dampak kesehatan masyarakat akibat konsumsi minuman manis tinggi gula yang belum dicukaikan.
Somasi Kedua Dikirimkan untuk Tekan Pemerintah
Aksi tersebut juga menandai pengiriman somasi kedua oleh Fakta Indonesia kepada pemerintah pusat terkait penundaan hampir satu dekade penerapan cukai MBDK. Somasi pertama dikirimkan pada 29 Januari 2026, tetapi hingga batas waktu 14 hari kerja, pemerintah belum memberikan respons.
Ari menambahkan, jika somasi kedua tidak ditanggapi, pihaknya akan membawa kasus ini ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. “Administrasi ini mengganggu kami. Kalau tidak ada jawaban, kami akan menggugat di PN Jakpus,” ujarnya.
Menurut Ari, pengiriman somasi kedua ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto agar segera mengambil keputusan untuk mencukaikan MBDK. Langkah ini sekaligus untuk mempercepat regulasi yang dinilai penting bagi kesehatan publik.
Pentingnya Cukai MBDK bagi Kesehatan dan Penerimaan Negara
Cukai MBDK bukan hanya soal regulasi fiskal, tetapi juga memiliki dampak kesehatan yang signifikan. Minuman manis tinggi gula telah terbukti meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit metabolik lainnya. Dengan penerapan cukai, harga minuman bermanis akan lebih terkendali, sekaligus meningkatkan penerimaan negara yang bisa dialokasikan untuk program kesehatan dan pendidikan.
Fakta Indonesia menekankan bahwa pemerintah perlu mempertimbangkan data ilmiah dan studi kesehatan terkait konsumsi gula berlebih. Menurut World Health Organization (WHO), asupan gula berlebih merupakan faktor risiko utama penyakit tidak menular yang membebani sistem kesehatan nasional.
Baca juga: “Ketersediaan Bahan Baku Jadi Fokus Zulhas untuk MBG”
Dukungan Publik dan Langkah Selanjutnya
Aksi damai di Monas juga menjadi sarana edukasi bagi publik terkait urgensi cukai MBDK. Massa aksi membawa spanduk berisi pesan kesehatan, statistik konsumsi gula, dan tuntutan hukum agar pemerintah segera mengeksekusi regulasi.
Selain itu, Fakta Indonesia mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan cukai. Ari menekankan, “Peran masyarakat penting untuk memastikan kebijakan cukai MBDK benar-benar diterapkan dan memberikan efek positif bagi kesehatan.”
Pemerintah, kata Ari, diharapkan segera menanggapi somasi dan mengumumkan jadwal implementasi cukai MBDK. Hal ini dinilai akan menurunkan konsumsi minuman manis, mendorong gaya hidup lebih sehat, sekaligus meningkatkan kepatuhan industri terhadap regulasi pajak.
Cukai MBDK Sebagai Langkah Strategis
Aksi Fakta Indonesia menunjukkan tekanan publik dan organisasi masyarakat sipil terhadap kebijakan yang tertunda. Cukai MBDK dinilai sebagai alat strategis untuk menyeimbangkan kesehatan masyarakat, pengendalian konsumsi gula, dan penerimaan negara.
Jika pemerintah segera mengeksekusi kebijakan ini, efeknya diperkirakan akan terasa di sektor kesehatan, ekonomi, dan industri minuman. Sementara itu, pengawasan berkelanjutan tetap diperlukan agar regulasi cukai berjalan efektif dan tepat sasaran.
Baca juga: “Tunda Pemungutan Pajak Marketplace dan Cukai MBDK, Ini Alasan Purbaya”






Leave a Reply